Tampilkan postingan dengan label tarekat tertua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarekat tertua. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

Sejarah Tarekat Tertua bag. 2

Tarekat Tertua Kedua adalah Sundaniyah dan Kejawen yang dibawa oleh Nabi Ibrahim

Ketika jaman Nabi Ibrahim, tarekat karahayuan bercabang menjadi dua yaitu tarekat sundaniyah dan tarekat kejawen.

Meskipun jadi bercabang dua tapi isinya sama hanya beda penamaan dan bahasa saja.

Tarekat Sundaniyah itu hanacaraka datasawala, kalau Tarekat Kejawen itu honocoroko dotosowolo.

Perubahan penamaan dan bahasa tarekat itu seiring dengan penyebaran umat yang semakin meluas serta perubahan bahasa dan budaya setempat.

Setelah mensucikan lahiriah dengan melakukan amalan syariat, untuk pulang menuju Allah, maka berikutnya adalah mensucikan batin dengan melakukan amalan tarekat.

Setelah melakukan syariat, maka tarekat adalah satu-satunya jalan pulang menuju Allah ke dalam diri melalui martabat alam ruh, asma, sifat dan zat.

Untuk pulang jalannya adalah ke dalam diri bukan ke luar diri. Tidak akan pernah bisa pulang kalau melalui jalan ke luar diri.

Meskipun sekarang banyak sekali jumlah atau cabang tarekat tapi semua tarekat menginduk ke tarekat karahayuan.

Sejarah Tarekat Tertua bag. 1

Tarekat Tertua adalah Tarekat Karahayuan yang dibawa oleh Nabi Nuh

Tarekat Karahayuan yang dibawa oleh Nabi Nuh mempunyai sanad (sandaran) atau mata rantai ijazah (ijin) hingga ke Nabi Adam.

Tarekat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agama yang dibawa oleh para nabi.

Agama yang dibawa oleh para nabi terdiri dari syariat (amalan lahir) dan tarekat (amalan batin).

Untuk kembali kepada Allah tidak cukup dengan syariat saja atau tarekat saja tapi harus mensucikan lahiriah dengan amalan lahir (syariat) dan mensucikan batin dengan amalan batin (tarekat).

Bedanya para nabi itu menyebarkan syariat secara umum dan terbuka sedangkan tarekat secara khusus dan tertutup.

Untuk syariat siapapun bisa melakukannya tapi untuk tarekat hanya orang-orang yang terpanggil dan sungguh-sungguh ingin pulang atau kembali kepada Allah yang bisa melakukannya.

Setelah melakukan syariat, berikutnya adalah melakukan tarekat karena tarekat adalah jalan untuk pulang kepada Allah dari jism ke ruh ke asma ke sifat dan berakhir di zat.

Rabu, 07 Januari 2015

Sejarah Ilmu Tertua bag. 4

Darimana asal muasal ilmu "mulih ka jati, mulang ka asal"?

Yaitu dari tarekat tertua yang bernama Karahayuan dengan wali mursyid (sunan) tertua yang bernama Syekh Sanusi.

Tarekat Karahayuan yang dibawa Syekh Sanusi ini mempunyai sanad (sandaran) atau mata rantai ijazah (ijin) ke Nabi Nuh, kemudian ke Nabi Idris hingga ke Nabi Adam.

Nama tarekat berkaitan dengan nama syariat. Sebelum jaman Nabi Nuh belum ada nama syariat atau nama agama karena pada waktu itu hanya ada satu agama yang dibawa oleh Nabi Adam.

Nama syariat dan tarekat baru muncul ketika jaman Nabi Nuh karena pada waktu itu umat Nabi Nuh mulai berbuat syirik dengan membuat ajaran agama sendiri tanpa sanad ke Nabi.

Jadi, pembawa asli pertama atau pelopor utama tarekat Karahayuan adalah Nabi Adam.

Pada jaman Nabi Adam belum ada nama syariat dan tarekat, hanya ada satu agama (satu ajaran inti/jalan hidup) yaitu ageman Sunda.