Agama Tertua Kedua adalah Sunda Wiwitan yang Dibawa oleh Nabi Ibrahim
Pada jaman Nabi Ibrahim ada perubahan syariat (amalan lahir) dan nama dari agama Jatisunda yang dibawa oleh Nabi Nuh menjadi agama Sunda Wiwitan.
Perubahan syariat dan nama agama bisa terjadi karena disesuaikan dengan kondisi umat Nabi pada jaman itu.
Perubahan syariat dari Jatisunda menjadi Sunda Wiwitan juga diikuti oleh perubahan tarekat dari Karahayuan menjadi 2 cabang yaitu Tarekat Sundaniyah dan Kejawen.
Meskipun nama agama berubah dan tarekat menjadi bercabang dua, hakikatnya sama yaitu mengajak umat untuk mulih ka jati mulang ka asal.
Bahkan Nabi Muhammad pun meskipun sudah membawa syariat Islam tapi tetap disuruh untuk mengikuti millah ibrahim (ajaran ibrahim).
Nabi muhammad bukan disuruh mengikuti syariat Sunda Wiwitan tapi disuruh untuk mengikuti tarekat sundaniyah atau kejawen yang berakar ke tarekat karahayuan.
Intinya, millah ibrahim itu adalah ajaran atau ilmu mulih ka jati mulang ka asal.
Meskipun para nabi tertentu setelah Nabi Nuh membawa syariat yang berbeda-beda dengan syariat sebelumnya tapi semua syariat yang dibawa oleh para nabi itu induknya Sunda Wiwitan, akarnya adalah Jatisunda, sedangkan intisarinya adalah ageman Sunda.